Apa kamu pernah berpikir bahwa Globalisasi barangbarang yang dikonsumsi orangorang di Eropa, Amerika, atau Asia Timur itu ada hubungannya dengan hutan di sekitar Samarinda kita? Banyak dari kita paham globalisasi hanya sebagai kemudahan berselancar media sosial, trend busana, atau makanan impor. Sebenarnya ya, globalisasi juga aliran perdagangan komoditas lintas negara yang punya dampak nyata ke hutanhutan tropis Kalimantan.
Karena pasar dunia terus membutuhkan kelapa sawit, kayu, dan hasil perkebunan lainnya, banyak lahan baru yang dibuka untuk memenuhi permintaan tersebut.Hal inilah yang memberikan peluang ekonomi seperti membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah Kalimantan Timur.Tapi sayangnya nih,perluasan lahan sering dilakukan dengan cara membabat hutan hujan tropis tanpa perencanaan kelestarian yang strategis.
Hutanhutan itu bukan hanya kumpulan pohon.Di sana tinggal masyarakat adat Dayak yang sudah menjaga alam selama berabadabad.Hutan juga menjadi penyangga banjir, penyedia udara bersih, dan tempat tinggal bagi banyak satwa langka seperti orangutan.Jadi pas hutan terus ditebang untuk komoditas ekspor, kita tak hanya kehilangan pepohonan, tetapi juga perlindungan terhadap bencana dan warisan hayati daerah kita sendiri loh. Kita di Samarinda kadang merasakan dampaknya secara langsung, misalnya saat musim banjir datang lebih sering atau polusi asap kebakaran hutan melanda kota.
Bukan berarti kita harus menutup diri dari perdagangan dunia.Globalisasi dapat menjadi peluang, asalkan dijalankan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan.Perusahaan perlu menjamin bahwa produk yang dikirim ke luar negeri tidak berasal dari pembabatan hutan liar.Pemerintah harus memperketat pengawasan hutan dan mendukung usaha warga yang ramah lingkungan.Lalu, apa peran kita para remaja?
Sebagai generasi muda yang tinggal di Kalimantan, kita bisa mulai dengan mempelajari pentingnya hutan bagi kehidupan kita, mengenali produkproduk berlabel ramah lingkungan, dan menyuarakan kepedulian terhadap kelestarian alam melalui media sosial atau kegiatan lingkungan di sekolah.Kita tidak perlu melakukan hal besar sekaligus; cukup mulai dari kesadaran bahwa setiap permintaan pasar dunia memiliki jejak di bumi kita sendiri.
Globalisasi menghubungkan kita ke seluruh penjuru dunia, namun kita tetap tinggal di atas tanah Kalimantan.Kita bisa berpartisipasi dalam pasar dunia, tetapi jangan sampai kemajuan itu dibayar dengan hilangnya hutan yang menjadi rumah kita dan generasi mendatang.Menjaga hutan Kalimantan berarti menjaga masa depan kita di tengah dunia yang semakin terhubung.