Ade Subagyo di Metropolitan Awards 2026: Apa Rahasia Jabon Lestari?

Perubahan Metropolitan Awards besar kadang berawal dari tindakan sederhana: memilah sampah di rumah, menanam sayur di halaman, atau mengolah sisa makanan menjadi kompos. Di Desa Jabon Mekar, Kabupaten Bogor, kebiasaan-kebiasaan kecil itu dirangkai menjadi gerakan belajar bersama melalui Kampung Edukasi Jabon Lestari. Dibalik gerakan tersebut ada sosok Ade Subagyo, yang mendapat penghargaan sebagai Tokoh Inspiratif Penggerak Kampung Ramah Lingkungan dalam Metropolitan Awards 2026.

Penghargaan itu menjadi pengakuan atas kiprah yang berangkat dari kepedulian terhadap lingkungan dan pendidikan warga. Jabon Lestari bukan sekadar tempat untuk melihat tanaman hijau. Kampung ini dirancang sebagai ruang belajar terbuka bagi pelajar, keluarga, dan komunitas. Pengunjung diajak memahami persoalan lingkungan dengan cara yang dekat dan mudah dipraktikkan: belajar memilah sampah, menanam, membuat kompos, hingga mengenal pengolahan bahan yang sering berakhir di tempat sampah.

Pendekatan seperti ini penting. Pesan tentang menjaga bumi akan lebih membekas ketika orang tidak hanya mendengarnya, tetapi juga melakukannya sendiri. Anak-anak, misalnya, dapat menyaksikan bagaimana benih tumbuh menjadi sayuran. Mereka juga bisa memahami bahwa sisa organik rumah tangga masih dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Program di Jabon Lestari menjangkau beragam kegiatan. Ada budidaya tanaman dan hidroponik, pembuatan pupuk kompos serta vermikompos dengan bantuan cacing tanah. Pengunjung juga dapat belajar mengolah sampah organik menjadi kompos atau eco-enzyme, serta mengenali cara mendaur ulang sampah anorganik seperti botol plastik, kaleng, dan kemasan produk.

Bagi sekolah, kegiatan edukasi lingkungan bisa menjadi pelengkap pembelajaran di kelas. Siswa tak hanya menerima penjelasan tentang sampah dan alam, tetapi mencoba langsung langkah-langkah sederhana yang dapat mereka bawa pulang dan terapkan. Program pemilahan sampah juga memperkenalkan perbedaan sampah organik, anorganik, dan bahan berbahaya secara interaktif.

Di sinilah peran penggerak lokal menjadi penting. Fasilitas dan program dapat membuka pintu, tetapi gerakan hidup melalui orang-orang yang bersedia mengajak, mendampingi, dan merawatnya. Kiprah Ade Subagyo mengingatkan bahwa upaya merawat lingkungan tidak harus dimulai dari proyek besar. Gerakan dapat tumbuh dari kampung, dengan pengetahuan yang dibagikan dan kebiasaan baik yang dilakukan bersama.

Penghargaan Metropolitan Awards 2026 yang diterima Ade juga hadir dalam acara yang mengapresiasi tokoh-tokoh dari berbagai bidang. Malam penganugerahan berlangsung di Cibinong pada 16 Oktober 2026. Dalam kesempatan itu, penghargaan diberikan kepada sepuluh tokoh atas kontribusi mereka bagi masyarakat, termasuk di bidang kesehatan, budaya, lingkungan, dan kemanusiaan.

Tinggalkan Balasan